26
Cimalaka — Kajian rutin bertema Kaifiyat Shalat Fardhu diselenggarakan di Masjid Al-Furqon Tonggoh yang berlokasi di Dusun Ciater, Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Selasa, ba’da Magrib hingga selesai, dan terbuka untuk masyarakat umum.
Kajian menghadirkan Ustadz Nurachman, S.Pd sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia mengulas tata cara pelaksanaan shalat fardhu secara rinci sesuai tuntunan syariat, mulai dari takbir hingga salam, disertai penjelasan praktis yang mudah dipahami jamaah. Ia menekankan bahwa shalat bukan sekadar gerakan rutin, melainkan ibadah yang memiliki makna mendalam dan menjadi tolok ukur kualitas keimanan seseorang. Oleh karena itu, setiap rukun harus dipahami dengan baik, baik dari sisi bacaan maupun gerakan, agar tidak terjadi kekeliruan yang dapat memengaruhi kesempurnaan shalat.
Lebih lanjut, pemateri menjelaskan berbagai kesalahan yang kerap terjadi di tengah masyarakat, seperti kurang tepatnya posisi anggota tubuh saat rukuk dan sujud, bacaan yang belum sesuai dengan kaidah, hingga kurangnya tuma’ninah dalam setiap gerakan. Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kekhusyukan dengan memahami arti bacaan serta menjaga konsentrasi selama shalat berlangsung.
Untuk memperkuat pemahaman, materi disampaikan secara bertahap dan sistematis, disertai contoh praktik langsung yang melibatkan jamaah. Metode ini membuat suasana kajian menjadi lebih interaktif, di mana peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan dan mengoreksi gerakan maupun bacaan mereka. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan jamaah mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta terus meningkatkan kualitas ibadahnya.
Penyelenggara DKM Al-Furqon, Rahmat Ramdhani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan shalat yang benar, sekaligus menjadi sarana pembinaan keagamaan bagi warga sekitar.
“Melalui kajian ini, kami berharap jamaah dapat memperbaiki kualitas ibadah, khususnya dalam pelaksanaan shalat fardhu sehari-hari,” ujar Rahmat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran jamaah yang secara konsisten mengikuti kegiatan setiap pekannya. Selain mendapatkan pemahaman teori, peserta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan langsung kepada pemateri.
Dengan adanya kajian rutin ini, Masjid Al-Furqon Tonggoh diharapkan dapat terus menjadi pusat pembelajaran agama sekaligus memperkuat pemahaman dan praktik ibadah masyarakat, khususnya di lingkungan Dusun Ciater dan sekitarnya.
Penulsi: Mahdi
Editor: Fachri