Sabtu, 13 Jun 2026

PRESS RELEASE

MTsS Maarif Cibeureum Perkuat Budaya Literasi melalui Implementasi Enam Literasi Dasar

  • 13 Jun 2026, 08:27 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 4 menit baca
  • 6 kali dibaca
MTsS Maarif Cibeureum Perkuat Budaya Literasi melalui Implementasi Enam Literasi Dasar
13
Jun
26
Komunitas
Bagikan:

SUMEDANG – MTsS Ma’arif Cibeureum Cimalaka terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk karakter peserta didik yang unggul. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, madrasah memandang literasi sebagai salah satu fondasi penting yang harus dimiliki setiap siswa agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan zaman.


Berbagai program literasi dikembangkan secara terencana dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh warga madrasah. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta mampu memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, madrasah berharap budaya literasi dapat menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan peserta didik.


Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah kegiatan membaca buku sebelum pembelajaran dimulai. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk membaca berbagai jenis bacaan yang bermanfaat, baik buku pengetahuan umum, buku keagamaan, biografi tokoh inspiratif, maupun karya sastra. Setelah membaca, peserta didik didorong untuk menyampaikan kembali isi bacaan dalam bentuk rangkuman, resensi, diskusi kelompok, maupun karya tulis sederhana. Aktivitas ini menjadi sarana untuk melatih kemampuan memahami informasi sekaligus mengembangkan keterampilan menulis dan berbicara.


Kepala MTsS Ma’arif Cibeureum, Endang Mulyana, S.Pd.I., menjelaskan bahwa penguatan budaya literasi di madrasah tidak hanya berfokus pada literasi baca tulis semata, tetapi juga merupakan gerakan menyeluruh yang melibatkan sinergi seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Menurutnya, pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki berbagai kecakapan yang terintegrasi dalam enam literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.


Ia menuturkan bahwa keenam literasi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, madrasah berupaya mengintegrasikan seluruh aspek literasi ke dalam kegiatan pembelajaran maupun program pengembangan diri yang dilaksanakan secara berkesinambungan melalui sinergi seluruh unsur madrasah.

“Penguatan literasi harus menjadi gerakan kolektif seluruh warga madrasah agar benar-benar membentuk budaya, bukan sekadar program,” tegas Endang.


Menurutnya, literasi baca tulis dikembangkan melalui kegiatan membaca, menulis, diskusi, dan presentasi. Literasi numerasi diperkuat melalui pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami konsep angka dan menyelesaikan persoalan secara logis. Literasi sains diarahkan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam dan lingkungan sehingga peserta didik terbiasa berpikir ilmiah dan berbasis fakta.


Sementara itu, literasi digital menjadi fokus penting di era teknologi saat ini. Kepala Laboratorium/TIK, Enung Otaridah, S.Pd., menjelaskan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran mendukung peningkatan literasi digital peserta didik. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan mencari, menilai, dan memanfaatkan informasi secara bijak, kritis, serta bertanggung jawab. Melalui Laboratorium TIK, peserta didik diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan abad ke-21.


Selain itu, literasi finansial diperkenalkan melalui pembiasaan sederhana seperti menabung, hidup hemat, dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Adapun literasi budaya dan kewargaan diwujudkan melalui kegiatan yang menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, gotong royong, serta kesadaran sebagai warga negara yang baik.


Dari sisi pembinaan kesiswaan, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Tatang Suganda, S.Ag., menegaskan bahwa berbagai program kesiswaan diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik secara menyeluruh. Kegiatan seperti pembiasaan, organisasi siswa, dan ekstrakurikuler menjadi sarana pembentukan disiplin, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan.


Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Saefudin, S.Pd.I., menyampaikan bahwa literasi telah diintegrasikan dalam seluruh proses pembelajaran. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan memecahkan masalah dalam berbagai konteks pembelajaran.


Dukungan lainnya datang dari Kepala Perpustakaan, Novianti Safari, yang menegaskan bahwa perpustakaan merupakan pusat sumber belajar yang berperan penting dalam membangun budaya baca. Berbagai program literasi perpustakaan terus dikembangkan agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan dan kebutuhan peserta didik.


Endang juga menegaskan bahwa seluruh program literasi di MTsS Ma’arif Cibeureum sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai fondasi penting kehidupan. Menurutnya, semangat literasi juga merupakan bagian dari perintah agama sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu perintah membaca.


“Literasi sejatinya adalah bagian dari ajaran Islam. Membaca, menuntut ilmu, dan berpikir adalah nilai yang sangat ditekankan dalam Al-Qur’an dan hadis,” ujarnya.


Dengan dukungan seluruh warga madrasah, MTsS Ma’arif Cibeureum optimistis dapat terus mengembangkan budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan. Madrasah berharap program tersebut mampu melahirkan generasi yang gemar belajar, berwawasan luas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan kehidupan di era global.


Melalui penguatan enam literasi dasar yang dilaksanakan secara konsisten, MTsS Ma’arif Cibeureum tidak hanya berupaya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 13 Jun 2026 08:27 WIB