Sabtu, 13 Jun 2026

PRESS RELEASE

SRT 04 Sumedang Perkuat Budaya Literasi Melalui Perpustakaan dan Blog

  • 13 Jun 2026, 08:27 WIB
  • Evi Nursanti Rukmana
  • 4 menit baca
  • 7 kali dibaca
SRT 04 Sumedang Perkuat Budaya Literasi Melalui Perpustakaan dan Blog
13
Jun
26
Komunitas
Bagikan:

SUMEDANG, Kamis (11/6/2026) – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 04 Sumedang terus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah melalui pengelolaan perpustakaan dan pengembangan blog sebagai media literasi digital. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, serta membentuk karakter peserta didik yang gemar belajar, kreatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Penguatan budaya literasi ini dilakukan secara terintegrasi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, guru, pengelola perpustakaan, serta para pembina asrama.


Perpustakaan SRT 04 Sumedang menjadi salah satu pusat kegiatan literasi yang dimanfaatkan siswa untuk mengakses berbagai sumber bacaan. Koleksi yang tersedia meliputi buku pengetahuan umum, cerita anak dan remaja, buku keagamaan, motivasi, keterampilan, ensiklopedia, hingga berbagai referensi pendukung pembelajaran. Keberagaman koleksi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta menumbuhkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


Tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, perpustakaan juga dirancang sebagai ruang belajar yang nyaman dan ramah bagi peserta didik. Fasilitas yang tersedia meliputi rak buku yang tertata rapi, ruang baca yang nyaman, meja belajar, serta media edukatif yang mendukung kegiatan literasi. Lingkungan yang kondusif tersebut membuat siswa lebih betah untuk membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas, maupun mencari informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran.


Kepala Perpustakaan SRT 04 Sumedang, Lela, mengatakan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung program literasi sekolah. Menurutnya, perpustakaan harus mampu menjadi pusat sumber belajar yang aktif dan menarik sehingga siswa terdorong untuk memanfaatkan berbagai sumber informasi yang tersedia.


“Perpustakaan harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi peserta didik. Kami berupaya menghadirkan berbagai fasilitas dan kegiatan yang dapat meningkatkan minat baca serta mendorong siswa untuk gemar menulis. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.


Sebagai bagian dari pengembangan literasi, perpustakaan juga menyediakan ruang apresiasi bagi karya peserta didik melalui mading literasi dan sudut kreasi. Berbagai hasil karya siswa seperti puisi, cerpen, artikel, resensi buku, kutipan inspiratif, hingga laporan kegiatan dipajang sebagai bentuk penghargaan terhadap kreativitas dan kemampuan menulis mereka. Langkah tersebut diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan literasinya.


Dalam pelaksanaannya, perpustakaan menjadi pusat berbagai kegiatan literasi yang dilaksanakan secara rutin. Siswa dibiasakan membaca sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku, serta mengikuti diskusi ringan terkait isi bacaan yang telah dipelajari. Selain itu, siswa juga didorong untuk membuat ringkasan, refleksi, maupun resensi buku sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap bahan bacaan yang mereka baca.


Selain kegiatan yang berpusat di perpustakaan, SRT 04 Sumedang juga mengembangkan budaya literasi melalui media digital berupa blog. Program ini menjadi salah satu inovasi sekolah dalam menjawab perkembangan teknologi informasi sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi warga sekolah untuk menuangkan ide, pengalaman, dan gagasan dalam bentuk tulisan. Melalui blog, kegiatan literasi tidak hanya berlangsung di ruang perpustakaan, tetapi juga dapat diakses dan dibagikan kepada masyarakat luas.


Salah satu teladan literasi digital tersebut ditunjukkan oleh Wali Asrama SRT 04 Sumedang, Asep Herry Nugraha, S.I.Pust., yang aktif menulis dan membagikan pemikiran-pemikiran pendidikan melalui blog pribadinya. Konsistensinya dalam menulis menjadi contoh nyata bahwa budaya literasi harus dimulai dari para pendidik sebelum ditanamkan kepada peserta didik.


Dalam salah satu tulisannya, Asep menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan pembiasaan yang berkelanjutan. Menurutnya, seluruh lelah dan pengabdian para pendidik akan menemukan makna ketika peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.


Ia juga menekankan bahwa pendidikan karakter bukanlah pekerjaan instan yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Sebaliknya, karakter harus dibangun melalui proses yang terus diingatkan, dicontohkan, dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, para pendidik harus tetap konsisten menjalankan tugasnya meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, keterbatasan, maupun tuntutan yang terus berkembang.


Sementara itu, Kepala SRT 04 Sumedang, Cece Enjang Kartiwa, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan berkarakter. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis harus dibangun secara berkelanjutan agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu menyaring berbagai informasi yang diterima di era digital saat ini.


“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menggunakannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sekolah terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi di kalangan peserta didik,” katanya.


Melalui perpustakaan dan pengembangan blog literasi, SRT 04 Sumedang berupaya membangun ekosistem literasi yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan. Sinergi antara literasi baca tulis dan literasi digital tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi pembelajar yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, keterampilan komunikasi yang baik, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, budaya literasi di SRT 04 Sumedang diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.


Penulis: Mahdi

Editor: Fachri



Terakhir diperbarui: 13 Jun 2026 08:27 WIB